Selasa, 08 Maret 2022

Markus 13 1-8

BAHAN SERMON KHOTBAH MINGGU, 14 NOVEMBER 2021

MARKUS 13: 1-8 “WASPADALAH, JANGAN SESAT”

PENDAHULUAN

Injil Markus memberikan gambaran yang hidup atas Yesus dengan pengajaran, penyembuhan, dan pelayanan-Nya terhadap kehidupan orang-orang. Pengajaran kepada murid-muridNya maupun kepada orang banyak memperlihatkan kekuasaan ilahi-Nya tentang hidup manusia yang sesungguhnya. Yesus telah banyak menjelaskan mengenai kedatanganNya ke dunia ini dan bahkan menceritakan tentang akhir dari hidup manusia. Namun, dengan keterbatasan orang-orang yang mendengar pengajaran Yesus maka ada banyak yang gagal paham denganNya. Bahkan murid-murid Tuhan Yesus sendiri juga tidak dapat memahami perkataan Yesus. Dalam teks ini, Yesus ingin mengubah cara pandang murid-muridNya tentang kehidupan beriman yang sesungguhnya. 

PENJELASAN

Dalam pasal ini diceritakan tentang inti dari khotbah yang mengandung nubuat yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, yang mengacu kepada kehancuran Yerusalem dan kesudahan segala sesuatu. Khotbah nubuat ini merupakan salah satu khotbah terakhirNya yang ditujukan kepada para imam bukan kepada publik. Nubuat ini diberitahukan bersifat eksklusif dan disampaikan hanya kepada empat orang muridNya. Dalam nats ini kita dapat melihat murid-murid Tuhan Yesus sedang mengagumi kokoh dan megahnya bangunan bait suci. Mereka seolah mendorong Yesus untuk sama-sama terkesan terhadap struktur bangunan yang megah dan segala sesuatu yang menghiasinya. Salah satu dari muridNya berkata: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu.” Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Yesus bertanya kembali kepada muridNya untuk memastikan bahwa yang mereka katakan tentang gedung itu benar adanya. Namun, saat itu Yesus ingin merubah cara pandang muridNya. Melalui perkataan Yesus terlihat jelas betapa rendahnya Ia menghargai hal-hal yang tampaknya hanya megah dari luar, akan tetapi di dalamnya tidak ada kemurnian yang sesungguhnya. Yesus mengatakan semuanya akan diruntuhkan. 

Bangunan bait Allah memang adalah harapan besar bagi orang Yahudi, simbol dari kasih Allah bagi Israel. Bahkan bait Allah adalah pemersatu identitas Yahudi. Kesanalah sedikitnya setahun sekali seluruh orang Yahudi merayakan Paskah. Akan tetapi bangunan yang di buat oleh Herodes itu dimaksudkan untuk menenangkan orang-orang Yahudi yang marah atas adanya seorang Edom yang menjadi raja. Itu sebabnya Herodes membangun bait Allah menggunakan batu kapur besar yang merupakan batu asli di daerah tersebut dan dipoles dengan pinggiran emas. Herodes memahami bahwa semakin kokoh dan megah bangunan bait Allah yang dibuatnya maka semakin kokoh pula takhtanya. 

Inilah salah satu alasan mengapa Yesus menepis pemahaman muridNya. Tetapi bahkan murid Yesus tidak tahu bagaimana mencerna ajaran mengenai keruntuhan bait Allah itu. Karena itulah mereka menunggu saat yang tepat untuk dapat berbicara dan meminta sebanyak-banyaknya dari Dia mengenai hal itu. Maka, ketika Yesus duduk di atas bukit Zaitun berhadapan dengan bait Allah, dari sana mereka bisa memandang bait Allah secara keseluruhan, keempat muridNya; Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas sepakat untuk bertanya secara pribadi kepadaNya mengenai apa yang dimaksudkanNya dengan kehancuran bait Allah. Yesus pun mulai menjelaskannya kepada mereka. Namun, Yesus sedang menjawab mengenai saat kehancuran bait Allah sekaligus menjelaskan mengenai akhir zaman. Pertama, Yesus mengingatkan mereka: “waspada supaya tidak tersesat”. Sebab akan banyak muncul penyesat yang memakai namaNya dan mengaku dirinya sebagai juruslamat. Bahkan penyesat itu juga akan menunjukkan kemampuannya sehingga menyerupai perbuatan Yesus, misalnya kemampuan mengadakan tanda-tanda mujizat. Kedua, akan terjadi perang, gempa bumi dan kelaparan. Perang dan bencana dari dahulu telah terjadi dan akan terus berlanjut sebagai bentuk penderitaan yang harus dihadapi oleh manusia. Konsekuensi kehidupan yang telah jatuh ke dalam dosa akan tetap kita rasakan dalam dunia ini. Maka hanya dengan iman kita tetap terbangun di atas dasar yang kuat walaupun menghadapi banyak penderitaan.

Demikianlah Yesus membuka cara pandang mereka bahwa pertahanan iman mereka dan akan diperhadapkan dengan tantangan penderitaan dunia yang akan membuat mereka hanya bertahan di dalam Yesus. Oleh sebab itu, Yesus mengatakan agar mereka tidak terpesona oleh pihak manapun yang melakukan tata agama/pembangunan bait Allah demi Kristus dan juga supaya mereka tidak tersesat bahwa sosok satu-satunya yang menjamin akan kehidupan bersama dengan Allah ialah hanya melalui Yesus Kristus sendiri.    

APLIKASI

Tuhan Yesus mengingatkan kita: “Waspadalah!” Sebab aka nada banyak hal dalam dunia ini yang membuat kita jauh dari kehidupan yang kekal. Akan ada tawaran keindahan dan kenikmatan dunia yang diperlihatkan kepada kita.

Pertahankanlah iman kepada Kristus supaya kita sampai kepada kehidupan yang kekal yang telah Tuhan sediakan bagi setiap orang yang percaya dan setia kepadaNya. Amin.

 

Tidak ada komentar:

Psalmen 113: 1-9

Bahan Sermon Jamita Minggu XIV Dung Trinitatis, 18 September 2022 “DIPATIMBUL DEBATA DO ANGKA NA DANGOL” (Psalmen 113: 1-9) Patujolo ...